Persekutuan Gereja-Gereja Reformasi Sedunia menyerukan kepada gereja-gereja anggotanya dan mitra-mitranya untuk berdoa bagi rakyat Myanmar, yang terus menderita akibat kekerasan yang berkepanjangan lima tahun setelah militer merebut kekuasaan melalui kudeta.
Pertempuran antara junta militer dan Pasukan Pertahanan Rakyat semakin memanas, terutama di wilayah yang didominasi oleh penduduk asli. Warga sipil menanggung beban utama konflik ini: keluarga terpaksa mengungsi, desa-desa dibakar, dan banyak orang tidak lagi dapat beribadah dengan bebas. Bangunan gereja dibom atau dibakar, memperdalam trauma yang dialami oleh komunitas keagamaan.
Dalam eskalasi tragis terbaru, sebuah rumah sakit di wilayah misi Gereja Reformed Kristen Myanmar dibom. Lebih dari 30 orang, termasuk pasien dan tenaga medis, tewas, dan lebih dari 80 orang lainnya luka parah.
“Penderitaan orang-orang tak bersalah ini tak tertahankan,” kata Pendeta Rolin San dari Gereja Reformed Kristen Myanmar. “Rakyat kami hidup dalam ketakutan konstan, namun mereka terus berharap dan berdoa untuk perdamaian, keadilan, dan martabat.”
Junta militer kini sedang mempersiapkan apa yang banyak digambarkan sebagai pemilihan palsu dalam upaya memperoleh legitimasi internasional. Alih-alih meredakan ketegangan, proses ini justru memperparah pertempuran dan serangan udara, terutama di wilayah etnis. Seiring berlanjutnya kekerasan, jumlah pengungsi dan orang terlantar terus bertambah setiap hari, dengan gereja-gereja dan komunitas lokal berupaya memberikan bantuan di tengah sumber daya yang terbatas.
Persekutuan Gereja Reformed Sedunia mengundang persekutuan globalnya untuk berdoa agar kekerasan segera berakhir dan terwujud perdamaian yang adil dan langgeng di Myanmar, untuk perlindungan warga sipil, tenaga medis, dan komunitas keagamaan, untuk kekuatan, penyembuhan, dan harapan bagi mereka yang mengungsi, terluka, atau berduka, serta untuk keberanian dan kebijaksanaan di antara para pemimpin untuk memilih dialog, keadilan, dan rekonsiliasi.
Semoga damai Allah, yang melampaui segala pengertian, menopang rakyat Myanmar dan menguatkan semua yang bekerja untuk keadilan dan damai.